 |
| Teman - Sahabat |
Mencari teman memang lebih mudah daripada mencari sahabat. Teman selalu berada disisi kita saat senang saja, tapi waktu susah, mereka akan pergi meninggalkan kita. Sedangkan, sahabat akan menemani kita disaat apapun, susah, seneng tetep di lewatin bersama-sama, tanpa kepura-puraan. Terkadang memang sulit membedakan mana yang tulus dan mana yang modus. Oleh karena itu, saya akan memberi sedikit tips untuk membedakan mana teman, mana sahabat. Cekidot :
1. Teman lebih sering menemani kita saat senang, tapi kalau sahabat akan menemani kita dalam kondisi apapun
Siapa sih yang gak pengen bersenang-senang? Semua orang pasti menginginkan kesenangan. Namun, dalam hidup ini, kita tidak mungkin selalu senang, karena lambat laun pasti kita akan melewati masa-masa dimana kita akan dihadapkan oleh sebuah masalah, entah itu masalah kehidupan, masalah cinta ,masalah keluarga atau sejenisnya. Dalam menghadapi problematika tesebut, tentu kita membutuhkan seseorang untuk mencurahkan isi hati kita, mencurahkan tentang apa yang kita rasakan, setidaknya mencurahkan isi hati kepada seseorang sedikit membantu kita untuk mendapatkan solusi seseorang tersebut yang tak pernah terpikirkan oleh kita. Namun, tak semua orang mau mendengarkan curahatan isi hati kita, siapakah dia? Tentu saja teman, ada yang benar-benar gak peduli, masa' bodo atau mungkin mereka akan pura-pura mendengarkan curahan isi hati kita dan pura-pura memberi solusi. Setelah dia mendapatkan informasi dari kita, keesokan harinya, eh gak taunya curahan isi hatimu udah nyebar kemana-mana. Terkadang teman mau mendengarkan kita, karna mereka penasaran bukan berati peduli tentang apa yang kita rasakan.
Jadi, kamu jangan sembarang mencurahkan isi hatimu pada siapapun sebelum kamu menemukan sesosok orang yang benar-benar bisa dipercaya, siapa yang bisa dipercaya? Tentu saja sahabat. Sahabat adalah seseorang yang akan menghiburmu ketika melihat kamu bersedih dan tidak akan membiarkan kamu sendirian melewati masa sulitmu. Renungkanlah, selama ini siapakah yang benar-benar mau menemanimu saat suka maupun duka? Siapakah yang benar-benar peduli? Dan siapakah yang mau menghiburmu saat sedih? Renungkan dan jika menemukan sesosok sahabat seperti itu, maka pertahankan.
2. Jika kamu tipe orang yang polos, maka waspadalah, teman akan memanfaatkanmu !
Terkadang orang polos, kebaikannya selalu disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, jahat emang, apalagi buat kamu yang selalu berpikiran positif , bagus sih tapi jangan terlalu positif-positif amat. Karena, akibatnya fatal. Kamu hanya akan dibutuhkan saat mereka benar-benar butuh kamu, selebihnya kamu hanya akan menjadi atm berjalan, ataupun secara tidak langsung kamu hanya dianggap sebagai kacung bagi mereka. Berbuat baik kepada orang emang gak salah tapi baik kepada orang yang memanfaatkanmu itu salah. Mereka menyepelekan kebaikanmu, bahkan bisa jadi mereka menertawakanmu dibelakang, karna kamu mudah sekali dimanfaatkan. Dalam kondisi itu, akan ada seseorang yang menyadarkanmu, siapa dia? Sahabat. Ya, sahabat akan menyadarkanmu dan menyelamatkanmu dari orang-orang seperti itu. Karna dia peduli sama kamu, sayang sama kamu, maka dia akan membantumu agar tidak mudah dimanfaatkan atau disepelekan orang lagi.
3. Jauhi yang bermuka dua
Muka 1 aja susah ngerawatnya, apalagi yang muka 2. Muke gile. Hati-hati sama orang yang bermuka dua, akibatnya juga fatal banget. Sebisa mungkin, jangan sampai terjebak oleh mereka. Biasanya, orang yang bermuka 2 itu lebih cenderung ke orang yang suka gosip. Cerita sama B kalau si A, begini-begini, tapi waktu cerita ke si D, si A nya begitu-begitu, dan waktu cerita sama si E, si A nya begini-begitu, hadeh udah beda lagi ceritanya, kebanyakan versi. Ucapannya emang gak bisa dipegang, hati-hati aja. Jika temanmu gosipin orang, lebih baik kamu diam aja, gak usah ngasih respon apa-apa, daripada responmu nanti disalahgunakan sama dia, eh ujung-ujungnya malah kamu di adu domba. Gak enak banget kan? Di adu domba itu sakit, capek hati, capek pikiran, kalau orang yang gak kuat mungkin bakal gila. Karna, resikonya, kita bakal kehilangan banyak teman, sahabat dan kita hanya bisa merana dan berteman dengan kesepian. Jangan sampai ye! Sebaiknya, kamu gak usah gosipin siapa-siapalah, lebih baik cari aman. Hati-hati dengan perkataanmu, karna lidah tak bertulang. Jaga ucapan, jaga hati ye. Jika perlu, konsultasi sama sahabatmu dulu, tanya pendapat tipe si A orangnya gimana, si B gimana. Biar kamu gak keblabasan.
Itulah 3 point penting sebelum kamu memutuskan apakah dia kriteria teman atau sahabat. Teman banyak sih gak masalah, yang penting harus punya sahabat, gak usah banyak-banyak, satu sudah lebih dari cukup. Jika kamu sudah menemukan sahabat sejati, maka pertahankan !